Belum Lagi Aman, Lagi di PSMS Ribut Soal Gaji

Belum Lagi Aman, Lagi di PSMS Ribut Soal Gaji

Dec 3, 2018 - 09:00
 0
Belum Lagi Aman, Lagi di PSMS Ribut Soal Gaji
Ada-ada saja memang kendala yang terjadi di PSMS Medan. Setelah merayakan euforia keberhasilan membuka asa bertahan di Liga 1, kini justru persoalan gaji kembali berhembus dari Stadion Kebun Bunga, home ground Ayam Kinantan - julukan PSMS Medan
BOLAHITA.ID, MEDAN - Ada-ada saja memang kendala yang terjadi di PSMS Medan. Setelah merayakan euforia keberhasilan membuka asa bertahan di Liga 1, kini justru persoalan gaji kembali berhembus dari Stadion Kebun Bunga, home ground Ayam Kinantan - julukan PSMS Medan.

Melalui sumber terpercaya yang tak mau disebutkan namanya, kesepakatan dengan manajemen dengan membayarkan gaji sebelum laga melawan Persebaya Surabaya tidak terjadi. Situasi ini pun menghantui keberangkatan tim menuju Stadion Pakansari Bogor.

Bahkan beberapa pemain memilih tak mau berangkat jika gaji mereka tak diberikan sesuai janji manajemen.

“Pemain sedang menanti pembayaran hak dari manajemen. Tidak akan berangkat kalau belum dibayar. Karena kan dua partai sisa semuanya away, jadi mintanya diselesaikan agar begitu lawan PSM (9/12/2018) selesai, pembayaran juga tidak jadi masalah. Pemain bisa langsung pulang ke kampung masing-masing,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (2/12/2018).

Sumber tersebut membeberkan bahwa sejatinya manajemen berjanji akan membayarkan sebelum laga lawan Persebaya, tapi tidak. “Jadi jika tidak ada pembayaran, pemain tidak berangkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja tak menampik soal gejolak dalam tim gara-gara hal tersebut.

Namun, dia menjelaskan persoalan tidak menimpa semua pemain hanya pemain asing saja. Dan, manajemen tidak membayarkan sebelum laga lawan PS Tira karena punya alasan yang kuat.

“Kita kan harus profesional. Gaji mereka untuk bulan Desember dibayarkan tanggal 10 setelah kembali (dari lawan PSM). Ini semua hanya karena ketakutan saja mereka enggak kita bayar,” jawab Julius Raja.

King-sapaan akrabnya, mengatakan pemain sejatinya tak boleh bersikap menuntut gaji segera saat ini.

“Mana boleh gitu, gaji sampai miliar mau dikeluarkan, belum lagi tiket. Janganlah gitu, walau PSMS seret begini, belum pernah kami bayar gaji pemain tertunggak. Walaupun dengan segala kondisi kami bayar kok. Gaji mereka itu tanggal 8-10 setiap bulan. Enggak pernah lewat satu minggu kami bayar,” tuturnya.

“Sekarang orang ini ketakutan, apalagi kalau PSMS sampai degradasi, itu saja. Sekarang mereka ini minta tiket, gaji dibayar dimuka, tiket kembali ke negaranya musti kami belikan sebelum berangkt ke PS Tira," Julius Raja.

"Iya kami booking dulu. Tiket satu orang pemain itu rata-rata Rp25 juta untuk asing. Ini yang kita bicarakan pemin asing ya. Janganlah gitu. Orang itu bicara profesional, kita bicara profesional, kita bicara kontrak yang asing sampai 10 Desember baru habis. Jadi mereka minta di depan karena takut enggak kita bayar,” Julius Raja.

“Justru kami tanggal 10 Desember nanti hari Senin niatnya kami mau bayar gaji sekalian pemain lokal. Kalau lokal karena habis kontrak Januari, kami masih mengharapkan bisa memperkuat PSMS di Piala Indonesia (13 Desember lawan Kepri),” ucap Julius Raja.

Pun demikian, dikatakan King, manajemen saat ini sedang mencari solusi terbaik. “Kami sedang usahakan sampai besok jalan terbaiknya,” pungkasnya. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow