BOLAHITA, MEDAN - Rekor tandang
PSMS Medan belum beranjak dari status belum pernah menang. Kali ini
PSMS takluk dari Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (29/4) malam dengan skor telak 4-1.
Gawang Ayam Kinantan yang dikawal Dhika Bayangkara harus kebobolan empat gol melalui Fahmi Al Ayyubi (2'), Wallace Costa (7') dan Loris Arnaud (43' dan 62'). Sedangkan gol hiburan anak-anak
Medan dicetak Suhandi (53').
Pelatih
PSMS Medan, Djajang Nurjaman, mengaku kecewa timnya kembali kalah di laga tandang dengan skor telak. Ia pun mengungkapkan bahwa anak asuhnya tidak dalam performa terbaik dalam pertandingan tersebut.
"Kecolongan di menit-menit awal itu terutama. Mungkin secara ball position kami cukup mengimbangi Persela. Tapi masih tetap ada kesalahan disana-sini. Ini sangat mengecewakan," kata Djanur dalam jumpa pers usai pertandingan.
Djanur mengakui masalah konsentrasi masih menjadi kendala skuat asuhannya. "Sudah saya katakan itu bolak-balik kepada pemain. Ini masih akan menjadi PR bagi kami untuk laga selanjutnya," sebut Djanur.
Menurutnya, permainan di lini tengah
PSMS juga menjadi catatan dalam laga ini karena akurasi umpan ke depan tidak akurat dan mudah patah sehingga lawan sering melakukan serangan balik.
"Selain itu, permasalahannya juga masih tumpulnya barisan depan kami," akunya.
Lebih lanjut Djanur menjelaskan, laga tandang masih menjadi persoalan besar bagi timnya karena selalu menelan kekalahan. Apalagi laga tandang ke depan lebih berat lagi. Oleh karena itu
PSMS akan mencoba memperbaiki hal tersebut.
"Kami mohon maaf, terutama kepada suporter PSMS, karena kami belum bisa memberikan hasil terbaik di laga away. Sekali lagi mohon maaf," tukasnya.