Bali United Hadapi Jadwal Padat Super League dan League Cup, Johnny Jansen Siapkan Strategi Rotasi
Jadwal pertandingan yang semakin padat menjadi tantangan baru bagi peserta BRI Super League 2026/27, Bali United FC. Selain bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tim juga harus membagi tenaga untuk menghadapi League Cup 2026/27 yang mulai bergulir November mendatang.
BOLAHITA.ID, BALI – Bali United FC menghadapi tantangan jadwal pertandingan yang semakin padat pada musim 2026/2027. Selain berjuang di BRI Super League, Serdadu Tridatu juga harus bersiap menghadapi League Cup 2026/2027 yang dijadwalkan mulai bergulir pada November mendatang.
Bertambahnya agenda pertandingan membuat pelatih Bali United, Johnny Jansen, harus cermat mengatur komposisi tim. Rotasi pemain menjadi salah satu pertimbangan penting agar kebugaran skuad tetap terjaga sepanjang musim.
Bali United dijadwalkan memulai kiprahnya di League Cup 2026/2027 dari Grup J Zona Timur 2. Mereka akan bersaing dengan PS Barito Putera dan Persiba Balikpapan.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Dengan dua kompetisi yang harus dijalani, Johnny menegaskan timnya akan menghadapi setiap pertandingan secara bertahap tanpa mengabaikan persiapan untuk laga berikutnya.
"Ya, jadi kami akan menjalaninya pertandingan demi pertandingan lalu beralih fokus ke pertandingan berikutnya, dan seterusnya," kata pelatih asal Belanda tersebut.
Johnny Jansen Pertimbangkan Rotasi Pemain
Johnny menjelaskan, kondisi kebugaran pemain menjadi faktor utama dalam menentukan susunan tim. Staf pelatih akan terus memantau kesiapan setiap pemain sebelum memutuskan siapa yang layak tampil.
"Kami selalu mempertimbangkan kondisi kebugaran pemain, siapa yang fit dan siapa yang tidak, siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak, lalu menyusun rencana," imbuhnya.
Pemain yang menunjukkan performa bagus tetap memiliki peluang untuk dipertahankan dalam susunan utama. Namun, padatnya jadwal membuat tim pelatih harus memperhitungkan risiko kelelahan jika pemain terus tampil dalam sejumlah pertandingan beruntun.
Johnny mencontohkan Thomas Lam sebagai salah satu pemain yang perlu dipantau kondisinya ketika menghadapi jadwal pertandingan yang ketat.
"Ada kalanya kami harus mempertimbangkan hal lain, misalnya terkait Thomas Lam, apakah dia bisa bermain lima pertandingan berturut-turut? Atau apakah kami perlu mengatur rotasi, main satu laga, lalu satu laga di bangku cadangan, kemudian main lagi? Saya belum tahu pasti," tutur Johnny.
View this post on Instagram
Menurutnya, keputusan mengenai rotasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pelatih perlu berdiskusi dengan tim pendukung performa serta menjalin komunikasi yang baik dengan para pemain.
"Itu adalah hal yang perlu kami diskusikan dengan pelatih performa, dan kami juga harus menjalin komunikasi yang sangat baik dengan para pemain," sambungnya.
Bali United Optimistis Hadapi Dua Kompetisi
Meski dihadapkan pada jadwal yang padat, Johnny tetap optimistis Bali United memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk bersaing di Super League dan League Cup musim ini.
Ia menegaskan, tim pelatih akan berusaha menurunkan komposisi terbaik dalam setiap pertandingan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi fisik dan kesiapan pemain.
"Begitulah cara kami akan melangkah. Kami akan selalu berusaha menurunkan pemain-pemain terbaik di setiap pertandingan. Kami ingin menampilkan pemain-pemain terbaik dan tim terbaik," pungkas mantan pelatih PEC Zwolle tersebut.
Strategi pengelolaan kebugaran dan rotasi pemain akan menjadi kunci bagi Bali United dalam menghadapi musim yang semakin kompetitif. Serdadu Tridatu dituntut menjaga konsistensi permainan agar tetap mampu bersaing di dua ajang yang dijalani.
What's Your Reaction?