FADLY ALBERTO DICORET DARI TIMNAS U-20, SUMARDJI UNGKAP DUGAAN RASISME DI BALIK INSIDEN EPA

Chief Operating Officer (COO) PSSI, Sumardji, mengonfirmasi pencoretan Fadly Alberto dari skuad Timnas Indonesia U-20 menyusul aksi kekerasan yang dilakukannya dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20.

Apr 20, 2026 - 19:11
Apr 20, 2026 - 19:12
 0
FADLY ALBERTO DICORET DARI TIMNAS U-20, SUMARDJI UNGKAP DUGAAN RASISME DI BALIK INSIDEN EPA
Pemain Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto. (Foto: Instagram/albrtoo_10)

FADLY ALBERTO DICORET DARI TIMNAS U-20, SUMARDJI UNGKAP DUGAAN RASISME DI BALIK INSIDEN EPA

BOLAHITA - Chief Operating Officer (COO) PSSI, Sumardji, mengonfirmasi pencoretan Fadly Alberto dari skuad Timnas Indonesia U-20 menyusul aksi kekerasan yang dilakukannya dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20.

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026). Aksi Fadly menjadi sorotan luas karena dinilai mencoreng nilai sportivitas dalam sepak bola.

Sumardji menegaskan bahwa tindakan Fadly tidak dapat dibenarkan. Namun, ia juga mengungkap adanya faktor lain yang memicu insiden tersebut, termasuk dugaan rasisme serta kepemimpinan wasit yang dinilai kurang profesional.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

“Saya sangat kecewa dengan kejadian itu. Awalnya dipicu oleh sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ujar Sumardji kepada media, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, berdasarkan laporan dan tayangan video yang telah ditinjau, insiden bermula dari keputusan perangkat pertandingan yang dianggap tidak profesional dalam memimpin laga.

Sumardji juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Fadly Alberto. Dari penuturan sang pemain, ia terpancing emosi akibat adanya dugaan ujaran rasis dari bangku cadangan lawan.

“Menurut Berto, saat saya telepon, ada teriakan dari bench yang menyebut ‘Berto hitam, Berto monyet’. Di situlah emosinya terpancing hingga akhirnya melakukan tendangan,” ungkapnya.


Meski demikian, Sumardji tetap menegaskan bahwa reaksi tersebut tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Apapun alasannya, tindakan itu tidak boleh dilakukan. Menendang lawan tetap tidak dibenarkan,” tegasnya.

Ia pun meminta Fadly Alberto untuk menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga. Dengan usia yang masih muda, Sumardji menilai sang pemain harus mampu mengendalikan emosi dan bersikap lebih bijak dalam menghadapi tekanan di lapangan.

“Berto harus mengevaluasi diri dan menerima keputusan Komdis. Saya yakin akan ada sanksi yang diberikan,” tutup Sumardji.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow