Kalah di Pekanbaru, Eko Purdjianto: Main dengan 10 Pemain Itu Sulit
Rekor positif PSMS Medan di Championship 2026–2027 akhirnya terhenti. Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kelima yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (11/10/2026).
PEKANBARU – Rekor positif PSMS Medan di Championship 2026–2027 akhirnya terhenti. Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kelima yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (11/10/2026).
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menilai kartu merah yang diterima Rizdjar Nurviat pada menit ke-32 menjadi salah satu faktor yang menyulitkan timnya sepanjang pertandingan.
PSMS harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Rizdjar diusir wasit karena dinilai melakukan pelanggaran terhadap lawan sebagai pemain terakhir.
Kehilangan satu pemain sejak babak pertama membuat PSMS kesulitan mengembangkan permainan dan menjaga keseimbangan tim saat menghadapi tekanan tuan rumah.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
“Ya, kita sulit bermain dengan kurang pemain. Di babak pertama saja sudah bermain dengan 10 pemain, itu menyulitkan untuk kita,” ujar Eko, Senin (12/10/2026).
Sempat Samakan Kedudukan, PSMS Gagal Bawa Pulang Poin
Meski bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap, PSMS Medan tetap berusaha memberikan perlawanan. Bahkan, Ayam Kinantan sempat menyamakan kedudukan sebelum akhirnya kembali kebobolan dan kalah 1-2.
Eko mengatakan, timnya telah berupaya mempertahankan hasil imbang agar bisa membawa pulang poin dari Pekanbaru. Namun, PSPS mampu memanfaatkan situasi dan mencetak gol tambahan.
“Ya, kita sudah berusaha untuk mempertahankan hasil seri, tapi yang terjadi justru tim lawan bisa cetak gol lagi dan akhirnya kita kalah 2-1,” tuturnya.
Kekalahan tersebut menjadi hasil mengecewakan bagi PSMS yang berupaya menjaga tren positif pada awal kompetisi Championship musim ini.
View this post on Instagram
Kartu Merah Kembali Jadi Masalah PSMS Medan
Kartu merah yang diterima Rizdjar juga menambah catatan pemain PSMS yang harus meninggalkan lapangan lebih awal sepanjang musim ini.
Sebelumnya, pemain Ayam Kinantan juga menerima kartu merah saat menghadapi Sumsel United dan FC Adhyaksa Bekasi.
Eko mengaku telah mengantisipasi kemungkinan timnya kembali menghadapi situasi serupa ketika bertandang ke markas PSPS. Namun, kenyataan di lapangan membuat PSMS kembali harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
“Ya, apa boleh buat, kan. Kita mendapatkan situasi yang tidak diinginkan, harus bermain dengan 10 pemain,” kata Eko.
Selain kehilangan Rizdjar akibat kartu merah, PSMS juga tampil tanpa gelandang Manahati Lestusen dalam pertandingan tersebut.
PSMS Harus Segera Berbenah
Pertandingan PSPS kontra PSMS berlangsung terbuka sejak awal. Kedua tim sama-sama berusaha melancarkan serangan untuk mencari gol pembuka. Namun, hingga 25 menit pertama, belum ada gol yang tercipta.
Jalannya pertandingan berubah setelah Rizdjar mendapat kartu merah pada menit ke-32. PSMS pun harus mengubah pendekatan permainan untuk mengatasi kekurangan jumlah pemain.
Ayam Kinantan sempat menunjukkan perlawanan dan menyamakan kedudukan, tetapi gagal mempertahankan hasil tersebut hingga akhir laga.
Kekalahan 1-2 ini menjadi bahan evaluasi bagi Eko Purdjianto dan anak asuhnya. PSMS perlu memperbaiki kedisiplinan permainan sekaligus menjaga konsentrasi agar kejadian serupa tidak kembali merugikan tim dalam persaingan Championship 2026–2027.
What's Your Reaction?