MEDAN, BOLAHITA - Saktiawan Sinaga tak bisa menahan diri lagi. Setelah beberapa hari ini pemberitaan di medai membahas soal statusnya di wakil manajer.
Dia bingung dengan pola pikir oknum pengurus
PSMS Medan yang tak bijak dalam mengeluarkan statemen yang lebih atas nama pribadi. Bukannya hendak membangun kejayaan, namun mengeluarkan komentar kekisruhan. Seperti yang dia baca dalam media cetak terbitan hari ini di
Medan yang dilontarkan Azzam Nasution sebagai sekretaris umum
PSMS Medan. "Di dalam AD/RT mana yang ada tertulis, soal pengangkatan wakil manajer ini wewenang pengurus. Coba, Saya mau tau dulu, AD/RT versi mana itu," bilang Saktiawan kepada wartawan. Menurutnya pengangkatan wakil manager yg dilakukan oleh manager hal wajar.
Saktiawan juga miris dengan komentar Azzam yang mengatakan manajemen duduk-duduk dan banyak omong saja. "Kalau manajemen hanya duduk-duduk saja dan asal bicara, kenapa tim
PSMS Medan bisa juara Piala Kemerdekaan. Saya sebagai pemain bola saja mengaku tak mudah meraih gelar juara jika tidak didukung manajemen solid," tegasnya.
"Sekarang Saya mau tanya dulu. Apa yang sudah diberikan Azzam kepada PSMS. Lihat saja ketika dia dulu jadi pengurus juga. Sekarang dia lagi jadi pengurus PSMS. Mana regenerasi yang dibilangnya. Padahal masyarakat
Medan sudah tau tidak ada prestasi yang disumbangkannya buat PSMS," sambungnya.
Saktiawan menyarankan sebaiknya Azzam menyelesaikan apa yang menjadi tufoksinya. Atau mengurus dan menyelesaikan persoalan tentang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) lalu. "Daripada mengomentari managemen yang saat ini berjalan baik. Kalau memang mau dibekukan atau dipecat itu haknya Mahyono bukan Azzam. Lagian kualitas Azzam di
PSMS dengan komposisi sekarang yang telah berbadan hukum apa," pungkas Sakti.