Stefano Cugurra Pelatih Bertahan Lama di Era BRI Liga 1
Sosok tersebut adalah Stefano Cugurra. Pelatih asal Brasil itu menukangi Bali United FC sejak Januari 2019 alias hampir enam tahun lamanya.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
BOLAHITA - Mengelola satu klub dalam jangka waktu panjang di era BRI Liga 1 mungkin terdengar sulit, tetapi Stefano Cugurra membuktikan sebaliknya.
Pelatih asal Brasil ini telah menukangi Bali United FC sejak Januari 2019, menjadikannya hampir enam tahun bertahan bersama klub berjuluk Serdadu Tridatu.
Teco, sapaan akrab Stefano Cugurra, merupakan salah satu pelatih tersukses di era Liga 1. Ia berhasil membawa Bali United meraih dua gelar juara Liga 1, masing-masing pada musim 2019 dan 2021-2022.
Sebelumnya, ia juga mempersembahkan gelar Liga 1 untuk Persija Jakarta pada musim 2018. Total, Teco telah memimpin Bali United dalam 150 laga di Liga 1.
Kenyamanan di Bali
Teco mengungkapkan bahwa kenyamanan hidup di Bali menjadi salah satu alasan utama ia bertahan lama. Baginya, suasana Bali memiliki kemiripan dengan kota kelahirannya, Rio de Janeiro di Brasil.
"Bali tempat yang sangat bagus untuk keluarga saya hidup. Bali mirip, bukan sama ya, seperti kota saya di Brasil, Rio de Janeiro. Rio lebih besar dari Bali, tetapi sama-sama punya banyak pantai dan banyak turis," ujar Teco.
View this post on Instagram
Pelatih Konsisten di Liga 1
Selain Teco, terdapat beberapa pelatih lain yang cukup lama menangani klub di BRI Liga 1 sejak musim 2022/2023. Nama-nama tersebut antara lain Bernardo Tavares (PSM Makassar), Jan Olde Riekerink (Dewa United), Rahmad Darmawan (PS Barito Putera), Pieter Huistra (Borneo FC Samarinda), dan Gilbert Agius (PSIS Semarang).
Bernardo Tavares layak mendapat apresiasi khusus setelah berhasil membawa PSM Makassar menjadi juara BRI Liga 1 musim 2022/2023 di musim debutnya. Pelatih asal Portugal tersebut telah memimpin PSM dalam 83 laga Liga 1 sejauh ini.
Sementara itu, Rahmad Darmawan memimpin 76 laga, Jan Olde Riekerink (66 laga), Pieter Huistra (62 laga), dan Gilbert Agius (58 laga). Konsistensi para pelatih ini menunjukkan bahwa stabilitas kepelatihan dapat membawa hasil positif bagi klub mereka masing-masing.
What's Your Reaction?