BOLAHITA.com - Legenda Tim Samba itu mempertanyakan kebijakan pelatih carlos Dunga dalam hal pemilihan pemain timnas Brasil untuk turnamen Copa America 2015 kemarin.
Sejak awal, Brasil memang sudah menjadi salah satu tim favorit dalam turnamen Copa America 2015, yang kemudian semakin meyakinkan ketika mereka sukses meraih kemenangan atas Peru di laga perdana dengan skor akhir 2-1. Namun sayang, langkah mereka terhenti kala bertemu dengan Paraguay di babak perempat final yang mana tim Samba dikalahkan skuat besutan Ramon Diaz itu lewat babak adu penalti. Alhasil, Tim Favorit harus tersingkir, lantas siapa yang harus disalahkan?
Well, menurut salah seorang legenda Tim Samba, Rivaldo, kebijakan pelatih Carlos Dunga dalam memilih pemain untuk Turnamen ini sangat tidak efisien.
“Pada hari selasa, itu adalah 13 tahun sejak Brasil sukses menjadi juara dunia untuk kali kelima, dan saya tak pernah melupakan kenangan tersebut. Namun sekarang, sepertinya tiap pemain bisa dipanggil ke Tim Nasional, saya ingat bahwa pada 2006 silam, saya tak dipanggil karena saya bermain di klub yunani”
“Bahkan, sekalipun saya telah terpilih menjadi pemain terbaik di Liga Yunani sebanyak dua kali, dan itu adalah liga yang lebih bergengsing dari pada liga yang dimainkan beberapa penggawa Timnas saat ini, jika terus demikian, tim Nasinal Kita akan berakhir tanpa satupun gelar juara dalam 30 tahun” Ujar Rivaldo kepada Reporter setempat.