PEMERINTAH RESMI BATALKAN PRA-POPNAS 2026, INI KATA PJSI SUMUT

Keputusan ini diambil בעקבות kebijakan penajaman anggaran kementerian/lembaga yang berdampak langsung pada program olahraga, khususnya di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Apr 30, 2026 - 13:19
Apr 30, 2026 - 13:19
 0
PEMERINTAH RESMI BATALKAN PRA-POPNAS 2026, INI KATA PJSI SUMUT
PJSI Sumut beberapa waktu lalu bersama Konjen Jepang

PEMERINTAH RESMI BATALKAN PRA-POPNAS 2026

BOLAHITA, SUMUTJUARA - Pemerintah resmi membatalkan pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-POPNAS) tahun 2026. Keputusan ini diambil בעקבות kebijakan penajaman anggaran kementerian/lembaga yang berdampak langsung pada program olahraga, khususnya di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Pembatalan tersebut merujuk pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-181/MK.03/2026 tertanggal 1 April 2026 tentang penajaman belanja kementerian/lembaga tahun anggaran 2026. Dalam surat itu dijelaskan bahwa alokasi anggaran untuk penyelenggaraan Pra-POPNAS belum dapat disediakan, sehingga agenda yang selama ini menjadi bagian penting dalam kalender pembinaan olahraga pelajar nasional terpaksa ditiadakan.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Pra-POPNAS selama ini dikenal sebagai ajang kualifikasi sekaligus wadah kompetisi bagi atlet pelajar dari berbagai daerah menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Selain sebagai arena unjuk prestasi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan berjenjang bagi atlet usia dini.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara, M. Arif Fadhillah, mengaku sangat menyayangkan pembatalan tersebut. Menurutnya, Pra-POPNAS memiliki peran penting dalam meningkatkan pengalaman bertanding atlet muda.

“Terus terang kami sangat menyayangkan event ini batal. Anak-anak butuh jam terbang untuk belajar dan berkembang. Pra-POPNAS ini merupakan rangkaian penting dalam pembinaan olahraga pelajar, terutama bagi daerah yang memiliki program seperti SPOBDA,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa ajang tersebut bukan semata soal hasil akhir, melainkan sebagai proses pembelajaran bagi atlet. Minimnya kompetisi dinilai dapat menghambat perkembangan, terutama di cabang olahraga yang tengah fokus pada regenerasi.

Arif mencontohkan kondisi di Sumatera Utara yang saat ini lebih banyak bertumpu pada atlet usia muda. Di cabang judo, komposisi atlet junior bahkan lebih dominan dibandingkan senior.

“Kami di Sumut saat ini banyak bertumpu pada atlet muda. Di judo misalnya, jumlah atlet junior jauh lebih banyak. Jadi ajang seperti ini sangat penting untuk mengasah kemampuan mereka,” tambahnya.

Meski memahami kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Arif berharap sektor olahraga tetap mendapat perhatian yang seimbang. Ia menilai pembinaan olahraga tidak seharusnya terhambat karena keterbatasan anggaran, mengingat dampaknya terhadap prestasi jangka panjang.

“Kami memahami adanya efisiensi, tetapi harapannya jangan terlalu ketat di bidang olahraga. Mungkin bisa disiasati di sektor lain, karena olahraga ini menyangkut masa depan atlet dan prestasi daerah maupun nasional,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow