PSMS Medan Resmi Sampaikan Permohonan Maaf Atas Kegagalan Promosi ke Liga 1

Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), Arifuddin Maulana Basri, yang juga pengelola PSMS Medan, meminta maaf kepada masyarakat Kota Medan setelah tim Ayam Kinantan gagal promosi ke Liga 1 musim depan.

Feb 21, 2025 - 20:14
Feb 21, 2025 - 23:34
 0
PSMS Medan Resmi Sampaikan Permohonan Maaf Atas Kegagalan Promosi ke Liga 1

BOLAHITA - Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), Arifuddin Maulana Basri, yang juga pengelola PSMS Medan, meminta maaf kepada masyarakat Kota Medan setelah tim Ayam Kinantan gagal promosi ke Liga 1 musim depan.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang terus mengalir kepada PSMS Medan.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

"Kami memohon maaf kepada masyarakat Kota Medan karena PSMS belum berhasil kembali ke Liga 1. Namun, kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa yang diberikan selama ini," ujar Arifuddin, atau yang biasa disapa Ari, didampingi Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, di Medan, Jumat (21/2/2025).

Menatap Liga 2 musim depan, Ari menegaskan bahwa PSMS Medan terbuka bagi siapa saja yang ingin bersama-sama memajukan klub kebanggaan Sumatera Utara tersebut.

"Kami tegaskan bahwa PSMS bukan untuk diperjualbelikan, tetapi kami tidak menutup kemungkinan bagi siapa pun yang ingin berkontribusi untuk memajukan klub ini," tegasnya.

Ari juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan berbagai stakeholder, baik di tingkat kota maupun provinsi, untuk mendapatkan dukungan fasilitas yang lebih baik bagi PSMS Medan.

"Saat ini kami terus membangun komunikasi dengan Dispora Medan, Disporasu, serta rencana untuk bertemu dengan Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut yang baru terpilih agar PSMS Medan bisa kembali diperhitungkan di level sepak bola nasional," ungkapnya.

Senada dengan Ari, Julius Raja, atau yang biasa disapa King, mengakui bahwa mengelola klub profesional bukanlah hal yang mudah, terutama dari sisi keuangan.

"Untuk mengikuti kompetisi Liga 2, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp12 miliar. Sementara pemasukan dari sponsor dan subsidi PT LIB selaku penyelenggara kompetisi hanya sekitar Rp5 miliar. Artinya, setiap musim harus menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar," jelasnya.

King juga meminta maaf jika komunikasi antara manajemen dan media selama ini kurang berjalan lancar, mengingat Ari harus bekerja keras agar PSMS Medan tidak terdegradasi dan memastikan hak-hak pemain, pelatih, serta ofisial tetap terpenuhi.

"Kami menyadari banyak kekurangan, terutama dalam hal komunikasi. Ari adalah sosok muda yang penuh tekanan," tambahnya.

Lebih lanjut, King membantah kabar yang menyebutkan bahwa sejumlah pemain PSMS Medan belum menerima gaji mereka.

"Ini perlu diluruskan. Pemain memiliki kontrak hingga bulan Maret, dan itu adalah kewajiban yang harus kami penuhi. Sekarang masih bulan Februari, beri kami waktu untuk menyelesaikan kewajiban tersebut dengan cara apa pun. Kami tetap membayar meskipun mereka tidak bermain lagi karena kompetisi sudah selesai," jelasnya.

King juga mengonfirmasi bahwa semua pemain asing PSMS Medan telah dipulangkan ke negara mereka, dan sisa gaji mereka akan dibayarkan bulan depan.

"Pemain asing sudah pulang, dan sisa gaji mereka akan kami selesaikan bulan depan," tambahnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Ari kembali mengajak semua pihak yang ingin terlibat dalam memajukan PSMS Medan agar bersatu untuk mengembalikan kejayaan klub ini.

"Tahun ini adalah tahun yang sangat sulit. Untuk itu, bantu kami dan mari kita bersama-sama mengantarkan PSMS kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow