PSMS MEDAN U19 MASIH TERPURUK DI DASAR KLASEMEN, BELUM MENANG HINGGA PEKAN KELIMA

PSMS Medan U19 belum mampu keluar dari zona bawah klasemen Grup C Elite Pro Academy (EPA) Championship U19.

Apr 20, 2026 - 19:01
Apr 20, 2026 - 19:02
 0
PSMS MEDAN U19 MASIH TERPURUK DI DASAR KLASEMEN, BELUM MENANG HINGGA PEKAN KELIMA
PSIS Semarang U19 harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 melawan PSMS Medan U19

PSMS MEDAN U19 MASIH TERPURUK DI DASAR KLASEMEN, BELUM MENANG HINGGA PEKAN KELIMA

BOLAHITA - PSMS Medan U19 belum mampu keluar dari zona bawah klasemen Grup C Elite Pro Academy (EPA) Championship U19. Tim asuhan Kas Hartadi itu masih kesulitan meraih kemenangan setelah lima pertandingan yang telah dijalani.

Dari total lima laga, PSMS U19 hanya mencatatkan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Raihan tersebut membuat mereka baru mengoleksi dua poin sejauh ini.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Pertandingan antara PSIS Semarang U19 melawan PSMS Medan U19 pada putaran kedua berlangsung di Lapangan 1 Akademi Sepak Bola Garudayaksa, Bekasi, Minggu (19/4).

Meski gagal meraih kemenangan, Pelatih PSIS U19, Dicky Firasat, mengaku cukup puas dengan perkembangan yang ditunjukkan para pemainnya. Ia menilai tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar Muda tersebut mengalami peningkatan dari segi permainan.

“Alhamdulillah, di pertandingan ini anak-anak menunjukkan progres yang semakin baik. Saya senang dengan performa mereka, terutama di babak pertama saat tim mampu menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang, meski belum berbuah gol,” ujar Dicky usai laga.

Menurut Dicky, dalam kompetisi usia muda, hasil akhir bukan menjadi prioritas utama. Ia lebih menitikberatkan pada perkembangan individu pemain serta kekompakan tim di lapangan.


“Banyak hal positif yang saya lihat. Perkembangan pemain menjadi tujuan utama kami sebagai pelatih. Soal hasil, itu bukan yang utama dalam kompetisi usia muda. Yang penting pemain terus berkembang,” tambahnya.

Meski demikian, Dicky tetap mencatat sejumlah evaluasi penting untuk perbaikan tim ke depan. Ia menyoroti lambatnya transisi saat kehilangan bola serta kondisi fisik pemain yang menurun di babak kedua.

“Evaluasi utama adalah saat kehilangan bola, seharusnya bisa lebih cepat merebut kembali. Selain itu, masalah fisik juga terlihat di babak kedua, di mana performa pemain sedikit menurun,” jelas mantan penyerang tersebut.

Menatap laga selanjutnya, Dicky tetap optimistis timnya mampu tampil lebih baik. Ia yakin peluang PSIS U19 untuk bersaing di kompetisi ini masih terbuka, selama tim terus menunjukkan perkembangan yang konsisten.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow