Catatan Sepak Bola Eben Siregar, Pelatih Victory Dairi

Catatan Sepak Bola Eben Siregar, Pelatih Victory Dairi

Jun 26, 2015 - 11:28
 0
Catatan Sepak Bola Eben Siregar, Pelatih Victory Dairi
Eben Siregar 
DAIRI, BOLAHITA.com - Tolak Ukur Perkembangan Sepakbola Dalam Negeri adalah Prestasi Tim Nasional kita (Timnas PSSI). Artinya dimana posisi persepakbolaan Indonesia berada dapat kita Lihat dari pencapaian Timnas kita. 


Penulis : Eben Siregar S.Kom / Klub Victory Dairi (Anggota PSSI Sumut)


Nah akhir akhir ini kita sangat rindu akan prestasi Timnas PSSI, maka ketika Timnas U-19 Menjuarai AFF maka Pujian pun banjir mengalahkan persoalan lumpur Lapindo. Bagi saya itu tidak berarti apa apa, karena yang saya liat dengan kasat mata ketika Negara kita sudah berjalan dengan kecepatan 80 km/jam. Negara lain justru sudah sampai 100 km/jam, artinya kita tetap ketinggalan. Ketika kegagalan sudah terjadi apa kata orang ? Banyak komentar, salah satu komentar yang paling sering terdengar adalah “ Masa kita dengan Jumlah Penduduk 200 jt lebih suit membentuk timnas yang tangguh ?

Ya bicara soal jumlah Penduduk memang betul tapi perlu dicatat bahwa Negara dengan Jumlah Penduduk terbesar di Dunia ini memiliki prestasi sepakbola yang biasa saja. Kecuali Amerika Serikat yang kebetulan sepakbola bukanlah olahraga nomor 1. Hanya di zona Concacaf dan Brazil yang memang memiliki tradisi sepakbola yang kuat. Dimana Letak Kesalahan kita ? atau keterlambatan kita ?

Konsep pembinaan di negri ini masih kuno. SSB Memang banyak, tetapi  tidak memiliki standard nasional (kurikulum) atau internasional. Assosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia dan PSSI bidang pembinaan usia muda tidak bekerja secara optimal dalam mmengembangkan persepakbolaan negeri ini. Yang paling parah adalah orang tua dan pelatih ikut bertanggung jawab atas kegalalan persepakbolaan negeri kita tercinta ini. Kenapa demikian ?
Saya kasih contoh, di beberapa daerah yang memiliki Kultur sepakbola kuat. Orang tua berperan dalam pengaturan umur si anak, anak yang tadinya lahir tahun 2002 namun ketika mengurus akte lahir 2 tahun berikutnya, si anak justru dibuat lahir tahun 2004.

Contoh lain adalah, bagaimana pelatih bekerjasama dengan orang tua mengurus akte lahir, Kartu Keluarga dan Ijazah dan data yang lain agar sii anak dapat lolos screening turnamen kelompok usia. Apalagi pemain ini menonjol mati matian akan di pertahankan. Kalau di kampung kami dibilanglah ini Sulo. Khusus yang satu ini saya akan menyebutnya dengan “Curanmur”. Ya begitulah yang terjadi padahal bila dilakukan test MRI umur pemain pasti ketahuan ternyata ketuaan di umurnya. Secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap Sepakbola NASIONAL, siapapun pelatih akan kesulitan mencari pemain yang benar benar Pas untuk ikut di timnas kelompok Umur yang di ikutinya. 

Pengalaman berbicara pemain yang “Curanmur” tadi akan menonjol tetapi ketika dia bermaian di umur aslinya akan Nampak perbedaan yang jelas dan tentu saja akan berpengaruh terhadap psikologi pemain. Makanya banyak yang menonjol di usia muda tetapi ketika menginjak ke tim senior tidak ada progress ataupun peingkatan dan barangkali salah satu penyebabnya adalah “Curanmur”. Bagaimana Mengatasinya ? Kalau kita Tanya sama semua Pelatih SSB, Apa maksud dan tujuan anda melatih ? Pasti jawaban Nomor 1 adalah ingin menciptakan bibit pemain sepakbola yang berkualitas. Namun pada pelaksanaannya Pelatih justru mencari Prestasi di SSB dengan ingin menjuarai turnamen sebanyak banyaknya sehingga Nama SSB nya terkenal di seluruh Indonesia, dan yang pasti ambisi yang berlebihan akan mengorbankan semangat  dan jiwa olahraga sepakbola itu sendiri yaitu “Menjunjung Tinggi Nilai Suportifitas” yah harus dengan tegas kita katakana “Stop Pencurian Umur Disepakbola” karea kita sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Esensi Sepakbola adalah Pemain, Pelatih dan Manajemen, Bagaimana ketiga unsur ini bersatu padu dan tidak mengorbankan Sportifitas pasti akan menghasilkan Dasar Sepakbola yang kuat. Peran Pemerintah. Pemerintah dalam hal ini memegang peranan penting dalam perkembangan Sepakbola, Sekolah sepakbola pada umumnya mendapat dana dari iuran anggota dan simpatisan, Pemerintah masih sangat kurang dalam memberikan kontribusi untuk Persepakbolaan Usia Muda. Ketika Negara menginginkan Prestasi, Negara harus mau  Turun kebawah dan berbaur dengan Sepakbola, sampai saat ini tidak ada anggaran untuk Sekolah Sepakbola di Seluruh Indonesia, padahal bila pemerintah menganggap pembinaan Usia dini adalah awal kemajuan Sepakbola, Mari Pemerintah “Bantulah Sekolah Sepakbola”  

Saya yakin dari pada Rehap Rehap dan anggaran lain yang tidak masuk akal, barangkali sedikit saja dicurahkan Untuk SSB akan bermanfaat.

Bagi  SSB juga harus mau Transparan  memberikan laporan yang Jelas kepada pemerintah tentang penggunaan dan aliran dana tersebut(bila ada),  dan memang pada dasarnya Setiap SSB dituntuk untuk menciptakan manajemen yang sehat, jangan sampai untuk air mineral pemain pun nanti harus melakukan pungutan, ini namanya “terlalu”. 

Untuk menciptakan Tim Nasional yang kuat bukan perkara Gampang,  Paradigma kita harus dirubah total, Nasionalisme harus ditingkatkan, saya sangat tidak percatya ketika ada pemain yang menolak main untuk Timnas tetapi pada kenyataannya itu Terjadi di Nusantara ini, nah ini tidak boleh dianggap sepele, cita cita semua pemain bola adalah memperkuat Merah Putih, masa ada orang menolak main di timnas ? ini pekerjaan yang harus di tuntaskan, mengapa hingga saat ini tidak terjawab.

Mari Kita berdoa, kita bekerja, mari kita meningkatkan semangat dengan mengedepankan Sportifitas dalam mebina Sepakbola itu tanggung jawab kita sebagai Pembina sepakbolaa, sedangkan tugas Pemerintah adalah Membuat Turnamen Kelompok Usia Dini dengan Pengawasan yang ketat dan juga sanksi yang ketat bagi yang melanggar, untuk saat ini ketika PSSI sudah di Bekukan ini waktunya bagi kita untuk memulai dari awal, dan kita akan lihat hasilnya di 5-10 tahun kedepan, semoga lebih baik

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow