BOLAHITA - Setelah sekian lama menghilang dari dunia sepak bola, akhirnya Johny Pardede angkat suara. Mantan pemilik klub Harimau Tapanuli dan Pardedetex prihatin melihat perkembangan dan prestasi sepak bola Indonesia.
Johny menilai banyak hal yang harus segera dibenahi. Terutama masalah kepengurusan dan pembinaan yang banyak terjadi kekeliruan. Sosok tokoh sepak bola nasional ini mengaku banyak oknum-oknum yang hanya mencari ketenaran pribadi semata. "Prestasi timnas Indonesia sekarang ini mengalami titik rendah. Untuk tingkat Asia Tenggara saja kita tidak mampu menyaingi Thailand, bahkan selalu menjadi bulan-bulanan lawan," katanya.
Menyinggung masalah Kongres PSSI yang hanya tinggal beberapa hari lagi, Johny menyarankan kepada calon Ketua umum PSSI nanti agar mau mengabdi dan siap berkorban waktu dan dana. "Sebaiknya dana sponsor difokuskan untuk pembinaan usia dini di seluruh Indonesia. Jika pembinaan dilakukan sejak usia dini saya yakin dalam 10 tahun mendatang sepak bola Indonesia akan maju dan punya bobot," bilangnya.
Jika ketua PSSI yang terpilih nanti tak mau berkorban, mantan manajer timnas ini pesimis dengan kemajuan sepak bola. "Untuk mau maju dan berprestasi memang butuh komitmen serius dari pemerintah maupun pembina. Sebab prestasi timnas bukan sesuatu yang bisa dicapai
dengan instan," tegas Johny yang sudah membawa Pardedetex saat itu keliling Eropa.