Konsekuensi Profesional Ala Widodo C.Putro Tinggalkan Bali United
Konsekuensi Profesional Ala Widodo C.Putro Tinggalkan Bali United
Sang pelatih, Widodo Cahyono Putro justru memutuskan tinggalkan klub kebanggaan masyarakat di Pulau Dewata, Bali United. Setelah selama 2 musim dipercaya membesut klub dengan julukan Serdadu Tridatu tersebut menggantikan Hans Peter Schaller.
Terlepas dari isu apapun di internal klub yang menyebabkan pelatih asal Cilacap, Jateng ini memilih angkat kaki, namun sikap angkat kaki alias mengajukan diri mundur dari klub adalah hal lumrah dalam sepak bola. Apalagi itu juga sudah menjadi resiko profesi bagi seorang pelatih.
Secara seksama membaca dan memahami isi klausal kontrak coach Widodo, jelas tertuang tentang alasan klub untuk memutuskan kontrak dengan pelatih. Dan biasanya, isi lengkap di klausal kontrak atau yang disebut MoU (memorandum of understanding) itu, hanya diketahui pihak kedua (coach Widido) dan manajemen Bali United, terutama Yabes Tanuri selaku CEO.
Seperti yang disampaikan WCP (coach Widodo, red) kepada Bolahita.id, bahwa dirinya tidak dipecat. Keputusannya tinggalkan Bali United itu adalah demi menghormati isi kontrak dirinya dengan klub yang musim lalu nyaris juara tersebut.
Salah satu poin menyebutkan, bahwa jika tim mengalami kekalahan beruntun 3 kali berturut turut, maka konsekuensinya adalah tinggalkan Bali United. Dengan segala resiko termasuk tidak bisa mendampingi Fadil Sausu dkk di dua sisa penghujung kompetisi kali ini. "Saya dengan manajemen telah menyepakati, jika kekalahan terjadi 3 berturut-turut maka, kontrak putus. Dan itu kesepakatan kedua belah pihak," kata WCP.
Dirinya juga menyampaikan bahwa sebelum mengambil keputusan itu, dia sudah terlebih dahulu bertemu dengan CEO Yabes Tanuri. Dan Yabes pun sempat menanyakan komitmennya terkait klausal tersebut.
"Saya harus berjiwa besar untuk mematuhi kesepakatan itu. Jadi tidak ada istilah pecat karena kalah beruntun itu. Ini lebih kepada kesepakatan saya dan manajemen," ucap Widodo.
Sementara itu, saat ini juga beredar tentang kabar angin tentang Bali United yang akan memberikan kemenangan kepada tim lawan. Apalagi mereka akan bertemu salah satu tim kandidat juara musim ini. Karena Bali United sendiri sudah tak bisa bersaing menuju gelar juara dan tertutupnya kans bermain di AFC Cup.
"Isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu yang membuat rusak persepakbolaan kita. Saya bekerja profesional. Apapun hasil dan keputusan yang diambil, semuanya bersifat profesionalisme. Konsekuensi apapun, itulah resiko yang harus diambil, yang tidak saja pelatih, pemain pun demikian," ungkap Widodo.
"Doa dan harapan saya, semoga Bali United tetap berjaya, dengan siapapun pelatihnya. Klub ini sudah punya fondasi sebagai klub yang dikelolah secara profesional," pungkas Widodo, pelatih yang siap bertolak ke Spanyol untuk mengambil kursus lanjutan A Pro.
What's Your Reaction?