Andry Mahyar Matondang : PSMS Medan Jangan Takut Jual Saham ke Publik!

Andry Mahyar Matondang : PSMS Medan Jangan Takut Jual Saham ke Publik!

Aug 19, 2021 - 13:05
 0
Andry Mahyar Matondang : PSMS Medan Jangan Takut Jual Saham ke Publik!
Andry Mahyar Matondang, manajer PSMS tahun 2015

BOLAHITA, MEDAN - Manajemen yang belum profesional masih tertuju kepada PSMS Medan. Para suporter dan fans tim berjuluk Ayam Kinantan ini masih beranggapan tim kebanggaannya masih tradisional dalam manajerial klub.

Apalagi sampai sekarang ini, PSMS masih dianggap melekat dengan dukungan Edy Rahmayadi yang merupakan pembina PSMS dan juga Gubernur Sumatera Utara. Lalu ada juga Kodrat Shah yang dalam beberapa tahun terakhir sudah ikut di PSMS.

Lalu, anggapan ini semakin kental kian melekat ketika ada niat Putra Siregar dan Rizky Billar untuk masuk ke PSMS Medan. Setelah bertemu dengan Edy Rahmyadi dan Kodrat Shah, namun keduanya urung masuk.

Belum jelas apa alasannya, karena belum ada keterangan resmi dari pihak Putra Siregar ataupun manajemen klub PSMS sendiri.

Hanya desas desus seperti ketidakjelasan berapa harga saham perlembar PSMS. Kemudian ada juga yang mengatakan sudah ada harga yang diberikan untuk 49 persen, namun tidak cocok dengan nilai rupiah yang ditawarkan. 

Entalah, yang pasti ini membuat PSMS Medan terkesan masih adem dengan status manajemen tradisionalnya. Begitulah anggapan para fans dan suporter yang di media sosial terkait Putra Siregar dan Rizky Billar.

Apalagi, beberapa hari belakangan ini terdengar kabar soal pemain yang belum mendapatkan gaji. Financial seperti menjadi masalah klasik yang selalu terjadi.

Eks manajer PSMS Medan tahun 2015, Andry Mahyar Matondang mengatakan kondisi yang terbentuk sedemikian itu harus diubah. Agar terjadi perubahan dalam sistem manajemen dan keuangan yang profesional, solusinya adalah menjual saham PSMS ke publik. Dalam hal ini PT Kinantan Medan Indonesia yang menaungi PSMS di kompetisi.

"Saat ini langkah untuk menyelamatkan PSMS adalah dengan menjual saham dari PT Kinantan Medan Indonesia ke publik. Dengan demikian ada dua keuntungan. yang bisa didapatkan," kata Andry Mahyar Matondang yang dikutip dari IDN Times Sumut.

Keuntungan pertama menurut Andry pastinya bisa membantu keuangan PSMS. Dalam mengarungi liga 2 musim ini. "Yang kedua PSMS akan lebih terbuka kepada publik, sehingga nilai profesionalitas dari tim PSMS Medan bisa tetap terjaga dan bisa meningkat," kata Andry Mahyar Matondang yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Andry melihat saat ini kecenderungannya pemilik saham enggan melepasnya ke publik. Kabar terakhir, saham mayoritas PSMS dimiliki Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Ketua Asprov PSSI Sumut, Kodrat Shah dengan perbandingan 51 berbanding 49 persen.

"Kondisi hari ini yang terjadi, pemegang saham PSMS Medan sepertinya enggan melepas saham ke publik. Malah tim-tim lain terbuka bahkan sudah ikut IPO. kita ketinggalan jauh kalau melihat orang datang untuk jadi sponsor. Sponsor bisa datang dari pemegang saham yang baru," kata Andry Mahyar Matondang. 

"Terkait Rizky Billar dan Putra Siregar yang berminat membeli saham, sampai hari ini kita tidak tahu juntrungan. Hanya bisa melihat di media harus berbuat dulu. Mengomentari bahasa pemegang saham mayoritas dalam hal ini Pak Edy Rahmayadi soal harus berbuat dulu, saya beranggapan itu sesuatu yang tidak relevan. Sebab hari ini sepak bola adalah bisnis secara profesional. Seharusnya kalau ada orang yang ingin membeli saham PSMS dan membawa angin segar. Kepada siapapun. Statemen itu, seolah orang hanya ingin masuk sebagai sponsor," tambahnya.

Selain itu penjualan saham tidak bisa sembarangan. Karena jelas PSMS saat ini hanya memiliki aset nama. Sementara fasilitas sejauh ini milik Pemko Medan seperti Kebun Bunga dan Stadion Teladan Medan.

"Harus juga dipikirkan rate harga sahamnya berapa. Karena PSMS hanya memiliki goodwill alias nama baik. Tanpa memiliki deviden baik aktif maupun pasif. Oleh karenanya selaku orang yang pernah berada di PSMS, sangat mendambakan agar PSMS bisa lebih profesional dalam segi pengelolaan baik tim maupun badan hukum," bebernya.

Terkait ketakutan bakal pindah home base dan diubah jika saham PSMS dibeli tidak berasalan. Soalnya hal itu bisa dipagari dengan regulasi.

"Tinggal dibuat dalam akte pendirian, dalam akte RUPS bahwa PSMS tidak akan bisa keluar dari Medan. Di luar negeri, misalnya Inter Milan yang beli orang Indonesia, tapi tetap berada di Milan. Regulasi juga penting bahwa semua tim tidak boleh berpindah dari basecamp. Sempat ada peraturan dari PSSI tapi dilanggar.Ada banyak tim yang berubah. Ketakutan itu bisa dijaga dengan membuat dalam RUPS dalam akte perubahan bahwa PSMS tidak bisa berpindah. Publik juga ikut mengawasi," Andry Mahyar Matondang. 

Andry pun berharap solusi ini bisa dijalankan manajemen PSMS dan pemegang saham. Soalnya PSMS sudah jauh tertinggal dari klub-klub lainnya.

"Sudah saatnya PSMS terbuka ke publik. Bukankah logo PSMS dalam keputusan mahkamah Agung merupakan heritage kota Medan atau Sumut. Substansinya PSMS milik publik. Sehingga PSMS lebih profesional," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow