Persebaya Tak Mau Asal Belanja Pemain Asing, Bernardo Tavares: Kualitas Lebih Penting dari Kuota

Manajemen bersama tim pelatih tidak ingin terburu-buru memenuhi kuota pemain asing tanpa mempertimbangkan kebutuhan taktis tim secara matang.

Aug 21, 2026 - 00:02
Aug 21, 2026 - 00:04
 0
Persebaya Tak Mau Asal Belanja Pemain Asing, Bernardo Tavares: Kualitas Lebih Penting dari Kuota
Persebaya Surabaya

BOLAHITA.ID, MEDAN - Persebaya Surabaya memilih bersikap selektif dalam menyikapi bursa transfer pemain asing untuk menghadapi Super League 2026/27. Manajemen bersama tim pelatih tidak ingin terburu-buru memenuhi kuota pemain asing tanpa mempertimbangkan kebutuhan taktis tim secara matang.

Strategi transfer Green Force dilakukan secara terukur. Setiap pemain yang didatangkan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap performa tim, bukan sekadar menambah jumlah pemain asing dalam skuad.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan kualitas teknis dan kesesuaian karakter pemain dengan kebutuhan tim menjadi pertimbangan utama.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

"Pada saat ini bursa transfer masih terbuka, sehingga hingga batas waktu berakhir, segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Kami bisa saja menambah satu pemain asing, tidak menambah sama sekali, atau justru merekrut pemain lokal baru," ujar Tavares.

Berdasarkan regulasi I.League, klub kasta tertinggi dapat mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Dari jumlah tersebut, maksimal sembilan pemain bisa masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), sedangkan tujuh pemain asing dapat tampil bersamaan di lapangan.

Untuk musim 2026/27, Persebaya sejauh ini telah memiliki 10 pemain asing.

Di lini belakang, Green Force diperkuat Risto Mitrevski asal Makedonia Utara, Walber Mota (Brasil/Portugal), Jefferson Silva (Brasil), dan Yuran Fernandes (Tanjung Verde).

Sementara itu, sektor tengah dihuni Gledson Paixao (Brasil), Francisco Rivera (Meksiko), serta Diogo Ramalho (Portugal).

Untuk lini depan, Persebaya memiliki tiga penyerang asing, yakni Alex Martins (Brasil), Miguel Pereira (Portugal), dan Yann Kevin Mabella (Kongo).

Meski masih memiliki satu slot pemain asing, Persebaya tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru. Tavares menilai kedatangan pemain baru tidak otomatis membuat sebuah tim menjadi lebih kuat.

"Kami berharap bisa memiliki tim yang bagus, karena itulah target utama kami. Namun, terkadang bukan berarti dengan hadirnya satu pemain baru kita langsung menjadi lebih baik," jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Menurut Tavares, regulasi penggunaan pemain asing di lapangan juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan komposisi skuad. Keseimbangan antara pemain lokal dan asing menjadi faktor penting untuk menjaga kekuatan tim secara keseluruhan.

"Mendatangkan pemain hanya demi menggenapi kuota 11 pemain asing menurut saya tidak masuk akal, sebab kita hanya bisa memainkan tujuh pemain di lapangan dan dua pemain di bangku cadangan," tegasnya.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu juga menegaskan pentingnya peran pemain lokal dalam skuad Persebaya.

"Skuad ini bukan hanya berisi pemain asing, karena bagi saya, pemain lokal adalah jantung dari tim ini," tandas Tavares.

Sikap selektif tersebut menunjukkan bahwa Persebaya lebih mengutamakan kebutuhan tim dibandingkan sekadar memenuhi kuota pemain asing. Dengan bursa transfer yang masih terbuka, Green Force masih memiliki waktu untuk menentukan langkah terbaik sebelum kompetisi Super League 2026/27 dimulai.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow