Polemik Hukuman Everton dan Sanksi untuk Manchester City
Teka-teki seputar hukuman Everton akhirnya terpecahkan. Mereka diberi sanksi pengurangan 10 poin pada musim ini karena melanggar ketentuan FFP.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Everton telah dikenakan hukuman pengurangan 10 poin akibat pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Namun, pertanyaan muncul mengenai Manchester City, yang didakwa oleh EPL atas 115 kasus keuangan. Bagaimana nasib mereka?
Teka-teki seputar hukuman Everton akhirnya terpecahkan. Mereka diberi sanksi pengurangan 10 poin pada musim ini karena melanggar ketentuan FFP.
Pada musim 2021-2022, ketika klub Premier League hanya diizinkan mengalami kerugian minimal 105 juta pounds, Everton mencatatkan kerugian hingga 124,5 juta pounds.
Everton menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap hukuman ini dan mengajukan banding, merasa ada kejanggalan di balik sanksi tersebut. "Proses banding akan dimulai dan klub akan disidangkan oleh dewan banding yang ditunjuk berdasarkan aturan Premier League," ungkap Everton dalam pernyataan resmi mereka.
Hukuman pengurangan 10 poin langsung berdampak pada klasemen sementara, dengan Everton turun dari posisi ke-14 ke peringkat ke-19, poin mereka berkurang dari 14 menjadi hanya empat.
Hukuman yang diterima Everton memunculkan polemik, dengan banyak yang menganggap bahwa EPL mungkin terlalu keras.
Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool, menyatakan pendapatnya, "Saya merasa hukuman itu berlebihan. Kita hanya membahas sekitar 20 juta pounds. Itu angka yang cukup kecil mengingat besarnya biaya transfer di Premier League saat ini." Carragher menilai larangan transfer mungkin merupakan alternatif hukuman yang lebih bijak.
Pertanyaan kemudian muncul terkait situasi Manchester City yang saat ini menghadapi 115 dakwaan atas pelanggaran keuangan dari tahun 2009 hingga 2018.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan banyak yang penasaran apakah City akan dinyatakan bersalah dan menerima hukuman seperti Everton.
Muncul pula spekulasi apakah EPL berani memberikan sanksi berat mengingat posisi City sebagai tim terbaik Inggris dalam beberapa tahun terakhir dan keberadaan banyak pemain bintang. Kehilangan Manchester City tentu akan berdampak pada daya tarik sepak bola Inggris.
What's Your Reaction?