Kongres PSSI Diundur, Liga 2021 Seperti Teka Teki Baru

Kongres PSSI Diundur, Liga 2021 Seperti Teka Teki Baru

Jan 29, 2021 - 12:14
 0
Kongres PSSI Diundur, Liga 2021 Seperti Teka Teki Baru
Mochammad Iriawan ketum PSSI

BOLAHITA, MEDAN - Pasca dimundurkannya Kongres PSSI, kecemasan baru kini bisa saja memayungi klub peserta Liga Indonesia.

Mundurnya kongres PSSI tahunan itu ke akhir Mei seperti melahirkan teka teki baru, kepastian lanjutan kompetisi musim 2021.

Sekretaris klub PSMS Medan Julius Raja menilai meski kongres diundur hingga Mei 2021, namun tidak membuat alasan PSSI untuk memundurkan pembahasan terkait nasib kompetisi tahun ini.

“Walaupun kongres mundur di bulan Mei, tapi untuk pembahasan kompetisi musim 2021 harus tetap dilaksanakan bukan Februari ini. Supaya klub juga punya persiapan panjang,” ucap Julius Raja, Jumat (29/1/2021).

Menurut Julius terkait nasib lanjutan PSSI tidak harus dibahas saat kongres namun jauh sebelum pelaksanaan kongres. Minimal Bulan Februari PSSi harus sudah mengantongi izin keramaian dari pihak Polri yang selama ini masih menjadi kendala kompetisi tidak bisa dilanjutkan.

Jika pada Februari ada putusan terkait lanjutan kompetisi liga 1 dan 2, Julius optimis minimal usai kongres kompetisi bisa digulirkan dalam beberapa bulan ke depan. “Minimal kompetisi bisa dilaksanakan usai bulan puasa ini sekitar bulan Juni atau Juli. Kita masih optimis lah,” kata Julius Raja.

Harapan besar agar kompetisi liga tahun ini dilanjutkan datang dari kelompok suporter PSMS Smeck Holligan. Ketua Smeck Holligan Lawren Simorangkir mengatakan, ditiadakan kompetisi musim 2020 dinilai sangat merugikan finansial klub dan menurunkan gairah sepakbola nasional.

“Terus terang kami dari kelompok suporter berharap PSSI tahun ini bisa memutar kembali liga. Karena ini menjadi harapan seluruh masyarakat pecinta sepakbola nasional, termasuk warga Medan,” jelasnya.

Sementara Pemain PSMS Medan Syaiful Ramadhan berharap besar PSSI bisa mendapatkan izin dari kepolisian agar kompetisi tahun ini bisa dimulai. Ketiadaan kompetisi tentu sangat dirasakan para pemain, khususnya dalam menyambung kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita berharap polisi bisa memberikan izin la bang. Karena memang sekarang ini kami cuma bisa latihan saja,” jelasnya.

Sementara mantan pelatih PSMS Medan Suharto AD menilai dihentikannya komeptisi tentu sangat berpengaruh pada pembinaan sepakbola usia dini. Apalagi kompetisi menjadi motivasi bagi pemain pemula sebagai generasi pemain timnas Indonesia.

“Kompetisi bisa menjadi motivator bagi pemain pemula dan usia dini agar terpacu untuk menjadi pemain hebat. Ini penting juga untuk perkembangan karir mereka,” ucap Suharto AD.

Sebelumnya PSSI kembali mengundurkan jadwal kongres tahunan pada 2021. Kongres yang seyogyanya dilaksanakan pada 27 Februari mendatang, kembali diundur pada 29 Mei karena masih tingginya kasus penyebaran Covid -19 di Jakarta.

Kepastian ini dirembukkan melalui rapat Exco PSSI pada 27 Januari lalu/ di kantor PSSI, Jakarta. Rapat yang digelar melalui sarana konferensi video ini dan dipimpin Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan serta diikuti 13 dari total 15 Exco PSSI. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow