MEDAN, BOLAHITA - Mengeluarkan dana pribadi tak dapat ditolak atlet sepatu roda
Sumatera Utara. Mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sepatu roda yang juga sebagai pra kualifikasi PON Jabar 2016 di Bandung, Jawa Barat, 1-6 Desember 2015, harus mengeluarkan biaya sendiri.
Pada Kejurnas ini,
Sumut berkekuatan 10 atlet putra-putri. Mereka itu berasal dari
Medan dan Deliserdang. Atlet tersebut, M Habib Aulia, M Gilang Anugerah, Farel Al Ghazali, M Rohan Tambunan, M Fathurida Arabia Salim, Nasyiatul Alfa Amri, Farahani Difa A, Indira G Farhani, Gusti Julia dan Grimaya Alifa Amri. Sebagai pelatih Anthony Admin dan Yasir Gusmantri. Mereka didampingi offisial Prio Utomo dan Bagindo Alfi Syahrin.
KONI
Sumut hanya membiayai tiga atlet dan satu pelatih, sementara sisanya harus dengan dana sendiri kalau ikut kejurnas. "Kami terpaksa kesana-kemari mencari bantuan. Untungnya orangtua atlet mau membantu untuk memberangkatkan atlet," kata pelatih sepatu roda
Sumut Yasir Gusmantri di
Medan kemarin.
Mirisnya lagi katanya, Pengprov Perserosi
Sumut diketuai Anthony Siahaan yang juga Pj Bupati Samosir tak peduli terhadap pembinaan atlet. "Tak ada perhatian Pengprov baik selama persiapan maupun jelang Pra PON. Kami benar-benar kecewa," bebernya kepada wartawan.
Yasir memaklumi keterbatasan KONI
Sumut untuk membantu keberangkatan atlet. Hal ini, disamping minimnya anggaran KONI Sumut, cabang sepatu roda masih dipandang sebelah mata. Lantaran cabor belum memberi kontribusi medali buat
Sumut sepanjang perhelatan PON. "Mudah-mudahan yang dialami atlet ada hikmahnya dengan mendulang prestsi membanggakan," tambahnya.
Kejurnas memperebutkan 18 medali emas dengan mempertandingkan nomor perorangan 300m,500m,1000m,10.000m, Pant To Point (PTP), 15.000m Eliminasi dan marathon putra-putri. Beregu dengan 5000m relay, 10.000m Tim Time Trail (TTT).
Sumut menaruh harapannya pada M Habib dan Nasyiatul untuk merebut medali. Kedua atlet ini punya pengalaman di berbagai even regional maupun nasional. Seperti pada Kejurnas tahun 2014 di
Medan, M Habib (juara 5000m) dan Nasyiatul juara 10.000m. "Tanpa mengecilkan peluang atletnya, kami optimis dengan M Habib dan Nasyiahtul membawa pulang medali," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Yasir mengakui, kejurnas Pra PON ini menjadi tantangan atlet sepatu roda Sumut. Pasalnya seluruh Propinsi di tanah air sudah pasti menurunkan atlet terbaiknya. Kekuatan lawan datang dari Kaltim, Jatim, DKI Jakarta, Jateng dan Yogyakarta. "Kami berharap atlet tak terpengaruh dengan kondisi saat ini (kurangnya perhatian Pengprov-red), tapi bisa membuktikan kualitasnya sehingga menjawab keraguan semua pihak," pungkasnya