Gubernur Sumut Bobby Nasution Dukung Kenaikan Upah dan Program Rumah Subsidi untuk Buruh

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Pengurus Asosiasi Gerak Buruh untuk Sumatera Utara yang Kondusif di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (11/9/2025).

Sep 12, 2025 - 10:44
Sep 12, 2025 - 10:46
 0
Gubernur Sumut Bobby Nasution Dukung Kenaikan Upah dan Program Rumah Subsidi untuk Buruh
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhamamd Bobby Afif Nasution bertemu dengan Pengurus Asosiasi Gerak Buruh untuk Sumatera Utara yang Kondusif, di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (11/9/2025). Diskominfo Sumut / YT Hariono

BOLAHITA - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Pengurus Asosiasi Gerak Buruh untuk Sumatera Utara yang Kondusif di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (11/9/2025).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembahasan kesejahteraan buruh, khususnya terkait kenaikan upah dan kepemilikan rumah subsidi.

Bobby menegaskan, kenaikan upah minimum harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. “Secara pribadi, saya mendukung kenaikan upah minimum itu,” ujarnya.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Namun, ia mengingatkan agar penyesuaian upah juga mempertimbangkan kemampuan pelaku usaha. Bobby menyoroti adanya beban biaya tambahan yang selama ini ditanggung perusahaan.

“Kalau cost perusahaan yang bukan variabel, seperti kutipan preman atau uang bongkar dihilangkan, maka anggaran itu bisa dialihkan untuk kesejahteraan buruh,” tegasnya.

Bobby juga mengajak serikat buruh untuk menjaga kondusivitas di Sumut, termasuk melindungi pelaku usaha dari praktik pungutan liar.


Terkait program rumah subsidi dari Kementerian PKP RI, Bobby menjelaskan harga satu unit rumah saat ini dipatok maksimal Rp166 juta dan masih berpeluang diturunkan. Untuk meringankan beban buruh, Pemprov Sumut akan menanggung biaya awal kepemilikan rumah, seperti notaris dan propisi. Dengan subsidi ini, biaya awal yang semula sekitar Rp8 juta bisa ditekan menjadi hanya Rp1,2 juta.

“Dari kuota KPR subsidi FLPP, Sumut mendapat jatah 15.000 unit, termasuk untuk para buruh. Sebelumnya kuota serupa juga diberikan untuk prajurit TNI AD,” jelasnya.

Bobby meminta agar rumah subsidi dibangun dekat kawasan industri demi mengurangi biaya transportasi pekerja.
“Kalau jauh, kasihan buruh. Sudah bayar kredit rumah, masih ada tambahan ongkos ke pabrik,” katanya.

Sementara itu, Ketua SPSI Sumut CP Nainggolan menegaskan buruh meminta kenaikan upah minimum sebesar 8,5%–10,5%.
“Kalau sekarang sekitar Rp3,5 juta per bulan, mestinya minimal Rp4 juta per bulan,” ujarnya.

Pertemuan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Basarin Yunus Tanjung, Kadisnaker Sumut Yuliani Siregar, Kadinkes Sumut Muhammad Faisal Hasrimy, Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut I Nyoman Suarjaya, serta elemen serikat pekerja dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow