Wow, Pelita Jaya Lahir Kembali. Bereinkarnasi Dengan Medan Soccer dari Liga 3 Sumut

Wow, Pelita Jaya Lahir Kembali. Bereinkarnasi Dengan Medan Soccer dari Liga 3 Sumut

Wow, Pelita Jaya Lahir Kembali. Bereinkarnasi Dengan Medan Soccer dari Liga 3 Sumut

BOLAHITA, MEDAN - Setelah sempat hilang selama enam tahun, tim legedaris Pelita Jaya sepertinya akan lahir kembali di persepakbolaan tanah air. Klub yang selalu bermaterikan pemain bintang yang dimiliki Nirwan Bakrie di sejak era Galatama ini akan lahir kembali dari Kota Medan.

 

Ya itu karena klub Liga 3 asal Kota Medan Sumatera Utara, Medan Soccer telah mendapat restu untuk menambahkan nama Pelita di depan nama mereka untuk berkompetisi di tahun ini. Ya, Pelita Medan Soccer, demikian namanya dan akan berkompetisi mulai dari Liga 3 Zona Sumatera Utara.

 

"Awalnya Pak Benny (Tomasoa, owner Medan Soccer, red) datang dan bilang mau pakai nama Pelita untuk klub Medan Soccer yang diakuisisinya. Saya support saja. Yang penting harus punya lapangan. Ya Alhamdulillah tim ini sudah mulai persiapan. Pelan-pelanlah dari Liga 3, kita harapkan naik ke Liga 2 baru ke Liga 1," kata Rahim Soekasah yang merupakan sosok penting dari kesuksesan Pelita Jaya sejak dulu.

 

Rahim Soekasah juga menekankan agar Pelita Medan Soccer harus mementingkan pembinaan. Tak sekadar hadir dan berkompetisi.

 

"Yang penting pembinaannya harus benar-benar diperhatikan. Untuk anak muda juga itu semuanya. Pelita zaman dulu juga ambil liga Gala Siswa. Ragunan. Anak-anak 18-19 tahun saya ambil itu. Tahun pertama dan kedua (Galatama) kita urutan 2, tahun ketiga keempat nomor satu. Yang penting basic-nya harus benar. Kalau gak susah nanti balikinnya," kata Rahim Soekasah yang juga tercatat sebagai chairman klub Australia, Brisbane Roar.

 

Atas dukungan pemakaian nama Pelita di awal nana Medan Soccer, Rahim Soekasah pun didaulat menjadi penasehat klub. Selain itu, Rahim Soekasah ingin Pelita Medan Soccer mengasah kecerdasan pemain.

 

"Kita kebanyakan asal bisa nendang bola dianggap bisa main bola. Pemain itu selain skill dan mentalnya bagus harus ada kecerdasannya juga. Kalau gak pintar bagaimana memakai kepandaiannya juga. Kita sering kalah sama Thailand kalah pintar saja. Teknik saya pikir samalah. Rata-rata tim ASEAN sudah tahu kelemahan Indonesia. Diprovokasi sedikit emosi," bebernya.

 

Sehingga Rahim juga mengatakan jika Pelita Medan Soccer akan mengandalkan para pemain muda. Kemudian klub yang dipimpin Benny Tomasoa ini juga harus punya organisasi manajemen yang kuat, sehingga terwujud tim yang profesional.

 

"Dengan hadirnya Pelita Medan Soccer, saya bilang cari pemain muda. Di Medan ini legend. Kiper semua dari Medan Ponirin, Roni Pasla, ada Nobon, Yuswardi. Sekarang kok hilang, karena ribut melulu. Jangan ribut-ribut deh. Menang ribut kalah lebih ribut lagi. Saya bilang dari awal kita bikin organisasi yang baik. Semuanya satu suara satu hati. Perbedaan bukan untuk perpecahan. Jangan dianggap pusing," katanya.

 

Menurutnya Pelita Medan Soccer tak usah terburu-buru untuk naik kasta. "Pelan-pelan gak usah buru-buru. nanti orang kaget. Kalau tahun pertama bisa naik ke Liga 2 Alhamdulillah, tahun ketiga Liga 1, tahun keempat atau kelima juara. Mudah-mudahan," pungkasnya.


Sekadar mengingatkan bawah pamor Pelita Jaya memang sudah tidak diragukan lagi. Dimana mampu mendatangkan sejumlah pemain asing berkelas ke Indonesia. Mulai dari Mario Kempes striker Argentina, Roger Milla, striker timnas Kamerun dan lainnya.Mereka juara Galatamas sebanyak tiga kali.

 

Pelita Jaya juara tiga kali Galatama ini memboyong banyak pemain lokal berkelas. Seperti Kurniawan Dwi Yulianto hingga Ansyari Lubis yang didaulat sebagai pemain termahal.

 

Namun sejak 2016 nama Pelita hilang dari kancah sepak bola Indonesia setelah beberapa kali berganti nama dan kota. Setelah jadi Pelita Solo, Pelita Krakatau Steel Cilegon, Pelita Jaya Purwakarta, Pelita Jawa Barat, Pelita Jaya Karawang, Pelita Bandung Raya, Pelita Persipasi Bandung Raya hingga akhirnya diakuisisi menjadi Madura United.